Assalamu'alaikum.
Kalo ditawarin makanan, jawabanku hanya satu, BIG Yes. Tapi kalo boleh jujur, sebenernya aku bukan seseorang yang mencintai kuliner khas daerah Jawa. Mungkin karena mayoritas masakannya berasa manis-manis, dan itu sangat berbeda sekali dengan rasa masakan tanah kelahiranku di daerah Sunda yang notabene rasa masakannya asin dan pedas.
Yatapi, kalo ditawarin apalagi gratis alias gretong mah aku lahap sampe gak bersisa. Menghargai orang yang nawarin dong, kan gak boleh menolak rezeki, aku mah gitu orangnya. (Ini sih, namanya doyan neng!) Yapokoknya selama gratis mah, aku hayu alias mau-mau aja.
Meskipun lidahku kadang gak cocok sama masakan khas Jawa, ternyata tidak untuk panganan khas Solo yang satu ini.
Yatapi, kalo ditawarin apalagi gratis alias gretong mah aku lahap sampe gak bersisa. Menghargai orang yang nawarin dong, kan gak boleh menolak rezeki, aku mah gitu orangnya. (Ini sih, namanya doyan neng!) Yapokoknya selama gratis mah, aku hayu alias mau-mau aja.
Meskipun lidahku kadang gak cocok sama masakan khas Jawa, ternyata tidak untuk panganan khas Solo yang satu ini.
Adalah selat solo, yang berarti 'salad' yang merupakan hidangan khas Jawa bercampur dengan Eropa. Terdiri dari daging sapi khas luar yang direbus dalam kuah kecoklatan berisi bawang putih, cuka, kecap manis, kecap inggris ditambah bumbu rempah merica dan pala. Selat solo ini dihidangkan bersama dengan telur rebus, dan sayur mayur seperti kentang, wortel, tomat, selada, timun, brokoli dan dipinggirannya terdapat keripik kentang disertai saus mayonaise.
Dari ulak-ulik sejarah yang aku cari, alkisah pada massa kolonial Hindia Belanda orang-orang kompeni membawa masakan serta bahan bahan dan teknik memasak ala Eropa ke Indonesia. Datangnya mereka ke Indonesia membawa pengaruh yang besar terhadap masakan di Indonesia, khususnya untuk para ningrat dan kaum intelektual, apalagi di kota Solo yang notabene keratonan dan sering bersinggungan dengan kaum Belanda. Sehingga munculah selat solo ini, jadi konon awalnya ini merupakan bistik khas Eropa yang dipadukan dengan selera Jawa sehingga terdapat kuah kecap manis didalam sajiannya. Tapi sentuhan khas Eropa tidak hilang dengan adanya saus mayo dan kecap inggris.
Dari ulak-ulik sejarah yang aku cari, alkisah pada massa kolonial Hindia Belanda orang-orang kompeni membawa masakan serta bahan bahan dan teknik memasak ala Eropa ke Indonesia. Datangnya mereka ke Indonesia membawa pengaruh yang besar terhadap masakan di Indonesia, khususnya untuk para ningrat dan kaum intelektual, apalagi di kota Solo yang notabene keratonan dan sering bersinggungan dengan kaum Belanda. Sehingga munculah selat solo ini, jadi konon awalnya ini merupakan bistik khas Eropa yang dipadukan dengan selera Jawa sehingga terdapat kuah kecap manis didalam sajiannya. Tapi sentuhan khas Eropa tidak hilang dengan adanya saus mayo dan kecap inggris.
Banyak tempat di Solo yang menyediakan selat solo, tapi tidak ada yang unik seperti Selat Solo Mbak Lies. Kabarnya nih, Selat Solo Mbak Lies merupakan satu-satunya tempat makan yang menyediakan selat solo dengan arsitektur paling unik dan sudah terkenal karena rasanya yang maknyus top markotop. Didirikan
sejak tahun 1996, Selat Solo Mbak Lies gak pernah kehilangan pelanggan,
dan selalu ramai di kunjungi
Selat Solo Mbak Lies ini masih berada di sekitar kota solo, namun ternyata jalan akses menuju lokasi sangatlah kecil, hanya cukup satu mobil. Tempat parkirnya pun hanya berada di sekitar halaman pekarangan warga sekitar, jadi lumayan sempit juga. Bahkan jika tempat parkiran tersebut penuh, kita parkir di pinggir jalan gang masuk, jadi harus berjalan kurang lebih 20 meter untuk mencapai Selat Solo Mbak Lies. Tapi terbayar kok, jalan 10-20 meter untuk menyantap hidangan yang gak akan aku temukan kalo cuman nongkrong di Sukabumi.
Sesampainya aku di tempat makan, suasananya sama sekali nggak menunjukkan sebuah tempat makan apalagi macam fancy restaurant. Tapi malah seperti tempat jualan oleh-oleh benda antik. Yap, nggak salah alamat, ini memang Selat Solo Mbak Lies. Sebuah resto tempat makan yang berpadu dengan ratusan keramik dan asessoris barang antik mulai dari dalam negeri hingga mancanegara seperti Thailand, china.
Mau tau hal unik yang lainnya? Para pelayannya nggak kalah membawa suasana ala Jawa Eropa dengan menggunakan baju adat Jawa dan Eropa secara bergantian setiap harinya.
Wuaaaah, dengan tema seperti ini, dan pengunjung yang cukup ramai, awalnya aku ragu dengan cita rasa yang dihidangkan, takutnya nih si penjual gak fokus dengan rasa, karena si empunya sibuk ngurusin toko.
Tapi ternyata eh ternyata, aku salah besar. Aku yang biasanya nggak cocok sama makanan Jawa, kali ini dimanjakan dengan rasa memikat Selat Solo Mbak Lies. Entah memang aku yang kelaparan, atau maruk. Tapi sumpah deh, ternyata perpaduan rasa Jawa dan Eropa menghasilkan cita rasa yang sedap duh rasanya nikmat banget, nagih mulu. Gak percaya? bahkan saat itu aku memesan 3 makanan, aji mumpung dong. Di Sukabumi mah kagak ada makanan kaya gini, happy tummy happy me right? No money? Let’s think about that problem later, masih bisa kali ya numpang jadi babu cuci piring buat beberapa jam, wkwk...bhay....
Masih Purwokerto
11 Juli (Masih sabar menunggu waktu libur untuk pulang ke Sukabumi) 2017
ALAMAT
Selat Solo Mbak Lies
Jalan Veteran, Gang II No. 42, Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144, Indonesia
Buka dari jam 08.00-17.00 WIB
Saya termasuk penggemar selat solo. Nice sharing!
ReplyDeleteSama-sama fans selat solo ya mbak, tengkiu for coming
Deleteselat solo tuh enak banget ya gurih dan seger...tapi susah cari yg enak di jakarta
ReplyDeleteIya kalo bukan di Solo asli kurang maknyus ya mbak
Deletewah aku belum pernah makan nih, perlu dicoba
ReplyDeleteIya mak Tira, wajib banget diicip icip selat solo ini
DeleteBelum pernah ngerasain selat solo, kupikir tadi makanan apa gtu, namanya unik hihihi
ReplyDeleteNah ini dia, sama banget mbak. Pertama aku denger namanya aneh gitu, ternyata worth it banget buat di coba.
Deletesaya dua kali ke solo , tapi belum pernah nyicipi selat solo mbak ,... ini best rekomend kalau dolan lagi ke solo
ReplyDeleteYah sayang sekali, iya lain kali harus masuk list
DeleteAku jadi malah penasaran sama selat solo ini
ReplyDeleteSepintas mirip bistik ya
Iya emang bistik mas, yuh di cip icip
DeleteMampir-mampir dan nemu nama makanan yang belom pernah kudengar, penasaran asli!
ReplyDeleteTempat makan fav ku tiap mudik ke solo :) .. Awalnya mama mertua yg ajakin kesini, dan lgs ketagihaaan! :D. Suasananya unik, tp rasa selat solonya jg enak ya mba. Malah dibanding selat solo lain, yg mba lies ini yg paling enak memang
ReplyDeleteduh, enak ini!
ReplyDelete